Pelatihan Dealing With Difficult People

Pelatihan Dealing With Difficult People

Pelatihan Dealing With Difficult People. Dalam pekerjaan kita kadang menghadaoi orang yang menyulitkan, entah tim atau klient. Hubungan yang kurang baik, ketidakcocokan atau sulitnya terjadi kesepakatan antara rekan kerja. Jika tidak disikapi dengan baik, maka lama kelamaan akan menjadi lebih buruk. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah samapi terjadi pemutusan hubungan kerja karena kinerja yang memburuk. Beberapa orang memilih untuk diam sebagai solusi, ternyata hal ini juga memperburuk keadaan. Sedangkan tindakan yang bersifat menyerang juga tidak menambah lebih baik. Bagaimana menghadapi hal ini?

20 Expert Tactics for Dealing with Difficult People

  1. Listen. Mendengarkan. Mendengarkan adalah langkah pertama dalam berurusan dengan orang yang “tidak masuk akal”. Semua orang ingin merasa didengar. Tidak ada kemajuan yang bisa terjadi sampai orang lain merasa diakui. Saat Anda mendengarkan, benar-benar fokus pada apa yang orang lain katakan, bukan apa yang ingin Anda katakan selanjutnya.
  2. Stay calm. Tetap tenang. Ketika suatu situasi terisi secara emosional, mudah terjebak dalam panasnya momen itu. Tetaplah stay cool, berfikir jernih.
  3. Don’t judge. Jangan menilai. Kita tidak tahu apa yang sedang dialami orang lain. Salah satu alasan seseorang bertindak tidak masuk akal, mereka kemungkinan merasakan semacam kerentanan atau ketakutan.
  4. Reflect respect and dignity toward the other person. Cerminkan rasa hormat dan martabat terhadap orang lain. Tidak peduli bagaimana seseorang memperlakukan Kita, menunjukkan penghinaan tidak akan membantu menyelesaikan situasi secara produktif.
  5. Look for the hidden need. Cari kebutuhan yang tersembunyi. Apa yang sebenarnya orang ini coba dapatkan? Apa yang orang ini coba hindari?
  6. Look for others around you who might be able to help. Cari orang lain di sekitar Kita yang mungkin bisa membantu. Jika Kita sedang bekerja dan ada pelanggan yang marah, cepat pindai untuk melihat apakah seorang rekan dekat.
  7. Don’t demand compliance. Jangan menuntut kepatuhan. Misalnya, mengatakan kepada seseorang yang kesal untuk diam dan tenang hanya akan membuatnya marah. Lebih baik, tanyakan kepada orang itu apa yang membuat mereka kesal — dan izinkan mereka untuk curhat.
  8. Saying, “I understand,” usually makes things worse.

    Katakan, “Saya mengerti,” biasanya membuat segalanya menjadi lebih buruk. Lebih baik, katakan, “Ceritakan lebih banyak sehingga saya bisa lebih mengerti.”

  9. Avoid smiling, as this may look like you are mocking the person. Hindari tersenyum, karena ini terlihat seperti Kita mengejek orang tersebut. Demikian pula, humor kadang-kadang dapat meringankan suasana, tetapi lebih sering daripada tidak, itu berisiko dan dapat menjadi bumerang.
  10. Don’t act defensively. Jangan bertindak defensif. Walaupun sulit. Kita tentu tidak menikmati lawan bicara yang mengatakan hal-hal buruk atau hal-hal yang Kita tahu tidak benar. Kita akan ingin membela diri. Jangan tersinggung. (memang berat tapi harus kita lakukan)
  11. Don’t return anger with anger. Jangan kembalikan amarah dengan amarah. Mengangkat suara Kita, mengarahkan jari Kita, atau berbicara dengan tidak hormat kepada orang lain akan menambah bahan bakar ke situasi yang sudah memanas. Gunakan suara rendah, tenang, bahkan monoton. Jangan mencoba membicarakan orang itu. Tunggu sampai orang tersebut menarik napas dan kemudian bicara.
  12. Don’t argue or try to convince the other person of anything.
    Jangan berdebat atau mencoba meyakinkan lawan bicara tentang apa pun.
  13. Keep extra space between you and the other person. Simpan ruang ekstra antara Kita dan orang lain. Naluri Kita mungkin mencoba menenangkan orang lain dengan meletakkan lengan Kita di atas lengannya, atau gerakan serupa lainnya yang mungkin sesuai dalam konteks lain. Tetapi jika seseorang sudah kesal, hindari sentuhan, karena mungkin disalahartikan.
  14. Saying, “I’m sorry,” or, “I’m going to try to fix this,” can go a long way toward defusing many situations.. Mengatakan, “Saya minta maaf,” atau, “Saya akan mencoba untuk memperbaikinya,” dapat membantu meredakan banyak situasi.
  15. Set limits and boundaries. Tetapkan batas dan batas. Sementara beberapa tips di atas telah mendorong orang untuk mendengarkan dan membiarkan orang yang marah melampiaskan, Anda juga memiliki hak untuk bersikap tegas dan berkata, “Tolong jangan bicara seperti itu padaku.”
  16. Trust your instincts.

    Percaya dengan nalurimu. Jika nyali Anda mengatakan, ini akan menurun dengan cepat, bersiaplah untuk melakukan apa yang perlu Anda lakukan agar tetap aman. Cari strategi keluar.

  17. One response does not fit all. Satu tanggapan tidak cocok untuk semua. Kita harus tetap fleksibel. Meskipun pedoman ini telah terbukti efektif dalam mengurangi situasi sulit, setiap orang adalah unik dan mungkin merespons secara berbeda.
  18. Debrief. Tanya jawab. Setelah situasi selesai, bicarakan dengan seseorang tentang apa yang terjadi.
  19. Discharge your own stress. Bebaskan stres Anda sendiri. Kita harus menahan reaksi alami Kita untuk sementara waktu. Sekarang adalah waktu untuk melepaskan adrenalin yang terpendam itu. Berlari. Jangan biarkan emosi tetap menempel di tubuh Kita.
  20. Give yourself credit for getting through an uncomfortable situation. Beri diri Kita kredit untuk melewati situasi yang tidak nyaman. Dibutuhkan banyak energi untuk tidak bertindak seperti orang brengsek ketika orang lain berperilaku buruk. Jangan lewati langkah ini!

Pelatihan Dealing With Difficult People membantu peserta untuk mengatasi Dealing With Difficult People. Karena orang-orang yang berperilaku menyulitkan juga memiliki tipe-tipe yang berbeda. Dan untuk mengatasinya dibutuhkan strategi yang jelas, sehingga para peserta tidak mengalami stress yang berasal dari perilaku orang lain ditempat kerjanya.

Tujuan Training Dealing With Difficult People

  1. Peserta dapat mengatasi perilaku dari orang yang menyulitkan
  2. Peserta mampu mengembangkan kemampuan komunikasinya
  3. Peserta mampu menurunkan tingkat stressnya dengan berusaha menyesuaikan diri dengan orang yang menyulitkan
  4. Peserta mampu merumuskan strategi untuk mengatasi orang yang menyulitkan

Materi Pelatihan Dealing With Difficult People

  1. Definisi Difficult People
  2. Berbagai Macam Difficult People
  3. Strategi dalam Mengatasi
  4. Taktik Mengatasi berdasarkan Tipe Perilaku
  5. Prinsip Perilaku Manusia
  6. Teknik Menyesuaikan Diri pada Situasi yang Sulit
  7. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi
  8. Diskusi dan simulasi

Jadwal PelatihanLokasi & Investasi
- 2 sd 4 Januari 2019
- 13 sd 15 Februari 2021
- 27 sd 29 Maret 2021
- 17 sd 19 April 2021
- 7 sd 9 Mei 2021
- 12 sd 14 Juni 2021
- 17 sd 19 Juli 2021
- 14 sd 16 Agustus 2021
- 12 sd 14 September 2021
- 16 sd 18 Oktober 2021
- 21 sd 23 November 2021
- 26 sd 28 Desember 2021
- Yogyakarta(6.500.000 IDR / participant)
- Jakarta(6.500.000 IDR / participant)
- Bandung (6.500.000 IDR / participant)
- Bali (7.500.000 IDR / participant)
- Surabaya (6.000.000 IDR / participant)
- Malang (7.000.000 IDR / participant)
- Batam (7.500.000 IDR / participant)
- Lombok(7.500.000 IDR / participant)

Metode PelatihanFasilitas
- Presentasi
- Diskusi
- Case Study
- Simulation
- Evaluation (Pre and Post Test)
- Kunjungan/Praktek (Menyesuaikan/tentative)
- FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara/Stasiun/Terminal)
- FREE TransporsiPeserta ke tempat pelatihan .
- Module atau Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2x Coffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia

[table “3” not found /]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *