Pelatihan Keterampilan Interpersonal untuk Fasilitator

Pelatihan Keterampilan Interpersonal untuk Fasilitator

Pelatihan Keterampilan Interpersonal untuk Fasilitator. Menjadi seorang fasilitator tidaklah mudah. Untuk menjadi fasilitator yang baik, seseorang haruslah memiliki apa yang dikenal sebagai ketrampilan soft skill, antara lain, Interpersonal skill, Communication skill, Presentation skill maupun Public Speaking. Bagi seorang trainer/ fasilitator, kecuali ketrampilan tersebut dari dirinya pun dituntut kemampuan untuk melakukan analisa kebutuhan pelatihan, mendesign program pelatihan, melaksanakan pelatihan dan mengevaluasi program tersebut. Karena tugas fasilitator salah satunya adalah menyampaikan isi atau esensi dari program kepada para peserta training. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai Interpersonal Skills for Facilitators serta mengoptimalkan kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

Ikuti Juga: Pelatihan Komunikasi Interpersonal

Tujuan Training Keterampilan Interpersonal untuk Fasilitator

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat :

  1. Memahami konsep Interpersonal Skills for Facilitators;
  2. Tidak kaku dalam berpikir, open minded, tidak protektif terhadap pemahaman dan keyakinannya;
  3. Mampu menyampaikan isi program training dengan baik dan tepat sasaran;
  4. Mampu membina hubungan interpersonal dengan peserta, tidak terobsesi dengan target materi

Materi Pelatihan Keterampilan Interpersonal untuk Fasilitator

  1. Konsep Interpersonal Skills for Facilitators
  2. Pengertian fasilitator
  3. Tugas dan kewajiban fasilitator
  4. Tips menjadi fasilitator yang baik
  5. Membuat good training
  6. Studi Kasus dan Diskusi

Peserta

  1. Supervisor, Manager ataupun level di atasnya dari Divisi SDM ataupun divisi lainnya yang membutuhkan training ini;
  2. Praktisi atau Profesional yang ingin menambah pengetahuan mengenai Interpersonal Skills for Facilitators
    Fasilitator training

Enam kompetensi fasilitator yang membuat mereka bernilai:

Kemampuan berkomunikasi

Fasilitator yang baik mendorong komunikasi terbuka. Dia memastikan inklusi di mana setiap anggota dapat berpartisipasi dan memindai isyarat nonverbal melalui pengamatan perilaku kelompok. Dia memastikan kesimpulan di akhir pertemuan dan parafrase untuk klarifikasi. Dia juga memastikan bahwa kelompok fokus dan tidak menyimpang dari topik.

Mendengarkan Aktif

Pemahaman terhadap pesan yang disampaikan oleh pembicara membutuhkan mendengarkan secara aktif. Statistik menunjukkan bahwa kebanyakan dari kita hanya mendengarkan 25-50% dari apa yang kita dengar dan melupakan hampir 46% dari apa yang telah kita dengar. Totalitas pesan yang disampaikan tidak boleh hilang dan mendengarkan dengan efektif sangat penting. Mungkin ada beberapa hambatan alami untuk mendengarkan seperti suara berisik dan hambatan lain bisa lebih banyak berbicara dan kurang mendengarkan, kebosanan, asyik dengan masalah pribadi, ide dan asumsi yang terbentuk sebelumnya.

Seorang fasilitator harus mengembangkan keterampilan mendengarkan secara aktif. Mereka harus mempertahankan bahasa tubuh yang membuat kelompok merasa yakin tentang kehadiran fisiknya dengan menghadapinya secara langsung, membuat kontak mata, mengangguk, menjaga postur terbuka dan sebagainya. Dia juga harus dapat menghadiri pembicara pada tingkat psikologis dengan memahami apa yang tidak disampaikan secara eksplisit dan dia harus dapat mengambil dari isyarat nonverbal. Mengutip dan mengulangi kembali apa yang dikatakan dan mengajukan pertanyaan mencerminkan bahwa ia secara aktif mendengarkan.

Membangun Hubungan

Seorang fasilitator harus dapat terhubung dengan kelompok. Kepercayaan dan empati sangat penting untuk membangun hubungan dengan kelompok. Membangun hubungan dengan grup baru membutuhkan menemukan beberapa tujuan dan minat bersama, nilai-nilai dan pandangan bersama.

Menyusun dan mencatat fakta dan perasaan

Seorang fasilitator harus dapat mencatat dengan tepat informasi yang dikumpulkan selama diskusi berlangsung. Dia bisa melakukannya sendiri atau menugaskan seorang pengumpul uang untuk itu. Dia bisa melakukannya menggunakan flip chart untuk tujuan ini. Memperhatikan kata-kata kunci dan akurasi sangat penting.

Mengembangkan Sinergi

Kerja tim sangat penting dalam setiap lokakarya atau sesi. Seorang fasilitator yang terampil tahu bagaimana menyatukan para peserta berdasarkan minat dan tujuan bersama. Fasilitator harus memfasilitasi sinergi dalam kelompok dengan menghilangkan gangguan, dengan membuat mereka duduk berhadapan, dalam pengaturan jenis arena untuk diskusi terbuka. Dia harus mendorong berbagi pandangan, saling menghormati pandangan satu sama lain, mencapai konsensus dan melalui sesi curah pendapat.

Teknik Tanya Jawab yang Efektif

Tujuan dari pertanyaan adalah untuk mencari klarifikasi dan untuk memeriksa pemahaman. Fasilitator mengajukan pertanyaan terutama untuk menyelidiki pemahaman peserta dan untuk membantu mereka dalam pemikiran kritis dan untuk mengevaluasi informasi.

Info lebih lanjut :

[table id=1 /]

[table id = 2 /]

[table id = 3 /]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *